Statistik

free counters

Translate

Chinese (Simplified)DutchEnglishItalianJapaneseKoreanMalayPortugueseSpanish

Kompetensi Perekam Medis Dalam Menunjang Pelaksanaan INA-DRG

Pada tanggal 19 Juni 2010 di University Club Universitas Gadjah Mada telah diselenggarakan Seminar Nasional dengan tajuk “Kompetensi Perekam Medis Dalam Menunjang Pelaksanaan INA-DRG” yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 Rekam Medis Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan DPD PORMIKI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada seminar ini dihadirkan 3 orang pembicara yaitu Gemala Hatta (Direktur IFRHO untuk Asia Tenggara), Eddy Kristiyono (Mantan Ketua DPD PORMIKI DIY) dan Gogot Suyitno (Praktisi INA-DRG) dengan moderator Trijoko Hadianto (Dosen FK dan Prodi Rekam Medis UGM).

Bu Gemala Hatta menyampaikan materi tentang pentingnya peran pemberi kode (coders) klasifikasi (penyakit, mortalitas) dalam pemahaman pentahapan case mix. Garis besar materi yang diampaikan oleh beliau adalah:

  1. Peraturan yang terkait dengan klasifikasi
  2. Peran praktisi kode klasifikasi
  3. Berbagai jenis buku klasifikasi Family of International Classifications WHO: ICD-10, ICF, ICHI, CCHI, ICD-O-3, ICECI, ICPC-2, ICD DA, ICD NA, ICD R&O, ICMSD, dll
  4. Definisi Clinical pathway, case mix, DRG
  5. Profesi baru di luar negeri: The medical billing and coding profession

Pak Eddy Kristiyono menyampaikan materi tentang kompetensi koder yang dibutukan dalam pelaksanaan INA-DRG. Beliau menyampaikan mengenai standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan Indonesia yang tertuang dalam Kepmenkes Nomor 377/Menkes/SK/III/2007, terutama yang berkaitan langsung dengan INA-DRG yaitu kompetensi yang pertama “Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit/Tindakan”. Beliau juga menyampaikan tentang dampak kualitas data dan pengkodean terhadap INA-DRG. Pengkodean diagnosis penyakit (khususnya diagnosis utama) sangat penting untuk mendapatkan grouping DRG dan biaya perawatan yang benar untuk setiap kasus pasien. Kesalahan pengkodean diagnosis penyakit akan memberikan implikasi yang besar kepada jumlah reimbursement.

Pembicara terakhir Pak Gogot Suyitno menyampaikan materi tentang pengalaman beliau selama menjadi praktisi INA-DRG di rumah sakit. Beliau lebih menekankan ke aspek praktis bagaimana kodefikasi INA-DRG dalam klaim JAMKESMAS serta peran rekam medik dalam menyiapkan dokumen klaim JAMKESMAS.

Materi Seminar lengkap bisa didownload disini.

Post to Twitter Tweet This Post Post to Facebook Share Link on Facebook

24 comments to Kompetensi Perekam Medis Dalam Menunjang Pelaksanaan INA-DRG

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


× two = 2